Header Ads

Abie Abdillah, Jadikan Rotan Sebagai Ikon Indonesia

Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang jika diolah dengan baik akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya yaitu rotan. Saat ini, rotan Indonesia kebanyakan masih rotan mentah yang diekspor, sehingga nilai tambahnya tidak ada, karena rotan mentah hanya dihargai sekitar 100-200 euro. Sedangkan jika rotan itu diolah terlebih dahulu, misalkan menjadi kursi maka harganya pun melambung tinggi bisa sampai 1500 euro di pasar mancanegara dengan desain yang baik.

Abie Abdillah, Jadikan Rotan Sebagai Ikon Indonesia

Rotan Sebagai Ikon Indonesia

Salah satu anak muda yang peduli terhadap nilai tambah rotan ini adalah Abie Abdillah (29). Abie fokus mengembangkan produk furnitur dari bahan rotan. Impiannya agar rotan menjadi ikon Indonesia, mulai terlihat. Karya abie saat ini sudah mejeng di beberapa ruang pamer di kota Milan dan New York.

Baca Juga : Foto Green Building Perpustakaan UI

Abie bersama tiga partner desainernya yang tergabung dalam StudioHiji, sukses menyabet kontrak dagang dengan pembeli dari  Amerika Serikat. Selain itu, ketika mengikuti pameran prestisius Milan Design Week 2016, produk berbahan rotan Abie telah mendapatkan lisensi dan dibeli Capellini, sebuah brand ternama dunia asal Italia milik Giulio Capellini, untuk ditampilkan di ruang pamer Milan dan New York.

Abie Abdillah, Jadikan Rotan Sebagai Ikon Indonesia

Menurut Abie, Indonesia yang memproduksi 85 persen rotan untuk kebutuhan dunia dan memiliki pengerajin terbaik, seharusnya bisa memiliki nilai tambah yang besar dan Indonesia bisa dikenal menjadi negara tirai rotan, seperti Cina yang dikenal sebagai negara tirai bambu.

Abie Abdillah sudah menjadi inspirasi bagi para anak muda Indonesia lainnya yang ingin mengembangkan komoditas unik dari Indonesia, seperti impiannya menjadikan rotan sebagai ikon Indonesia.

No comments

Powered by Blogger.